Bunkering is Dangerous !

Beberapa kasus kecelakaan Operational Kapal terjadi saat proses Bunkering atau pengisian bahan bakar.
Bahan yang di gunakan untuk Bunkering misalnya : Bahan Bakar Bensin, Sludge (limbah minyak), Solar, muatan minyak dalam cargo dan sebagainya yang melibatkan bahan pembakaran.
Karena selama proses Bungkering ini kita berhadapan dengan bahan yang amat sangat mudah memicu kebakaran, maka dibutuhkan ketelitian dan perhatian yang sangat extra.

Berikut ini kami mencoba membahas apa saja yang prosedur penting yang harus di perhatikan selama proses Bungkering tersebut:

Persiapan sebelum Bungkering

  1. Chief Engineer harus mengkalkulasi dan check ulang jumlah bahan baker yang tersisa dalam kapal dan di bandingkan dengan jumlah yang di order oleh Kantor Pusat untuk di isikan ke kapal.
  2. Sangat di sarankan untuk memindahkan sisa bahan baker yang tangkinya akan digunakan untuk pengisian bahan bakar. Hal ini untuk mencegah “incompatibility” atau ke tidak sesuaian bahan bakar lama dengan bahan bakar yang baru bila di campurkan.
  3. Sebelum melaksanakan proses Bunkering, ada baiknya crew yang berkaitan dengan proses tersebut di kumpulkan di berikan penjelasan dan di ingatkan tentang hal-hal penting berikut ini :
  •  Tangki mana yang akan di isi
  • Bila ada beberapa Tangki, pastikan semua Crew tahu urutan mana yang akan di isikan.
  • Berapa jumlah Bahan bakar yang akan di isikan.
  • Ingatkan proses darurat apa saja yang perlu di kerjakan bila terjadi tumpahan minyak.
  • Masing-masing Crew yang terlibat proses Bunkering harus tahu tugas masing-masing.
  • Melakukan ”Sounding” dan mencatat pada ”Bunker Record”.
  • Mencatat Draught dan Trim Kapal.
  • Pastikan tangki ”Overflow” dalam keadaan kosong.
  • Pastikan selama proses Bunkering berlangsung tidak ada seorang Crew-pun yang merokok.
  • Berikan cahaya yang cukup selama proses Bunkering.
  • Komunikasi antara crew pelaksana Bunkering dan crew deck serta pihak yang terkait harus lancar.
  • Kibarkan bendera merah atau nyalakan lampu mereh di Masthead – ujung depan kapal.
  • Pastikan semua saluran minyak yang tersambung keluar selama proses Bungkering tertutup aman.
  • Chek peralatan SOPEP (Shipboard Oil Polution Emergency Plan) lengkap dan berada di tempat yang telah di tentukan.
  • Check juga kwalitas komunikasi yang berasal dari Barge Tanker dan semua crew di sana mengetahui adanya proses Bungkering dengan kapal Anda.
  • Jangan langsung percaya saja dengan dokumen yang di serahkan Barge Tanker Anda, check juga, apakah kelengkapan dan spesifikasi dokumen sudah benar, terutama jumlah minyak, Grade dan Density-nya, karena akan mempengaruhi kwalitas serta harga minyak yang harus di bayar.
  • Kemudian pumping rate juga harus di samakan antara kapal menerima dan barge tanker.
  • Setelah semuanya siap baru pipa minyak di sambungkan ke manifold. Dan Proses Bungkering bisa di mulai.

Selama Proses Bungkering:

  1. Awal penerimaan minyak, pumping rate nya harus rendah,
  2. Setelah ”confirmed” minyak masuk sesuai ke tangki yang di maksud dan semuanya berjalan lancar, baru pumping rate di naik kan sesuai dengan kesepakatan awal.
  3. Sebaiknya, dalam waktu yang bersamaan pengisian hanya di lakukan pada satu tangki saja, untuk menghindari overflow.
  4. Isi maximum yang di sarankan pada saat Bungkering adalah 90% dari total kapasitas. Pada saat isi tangki mendekati level maximum, sebaiknya pumping rate di turunkan agar mudah memberhentikan pada kapasitas level maximum.
  5. Selama proses Bungkering, dilakukan sounding secara berkala dan semakin mendekati level maximum semakin sering melakukan sounding. Beberapa kapal memang menyediakan alat pengukur kapasitas tangki secara otomatis, namun untuk menjaga hal yang tidak di inginkan, sebaiknya proses sounding manual tetap di laksanakan.
  6. Suhu dan tekanan udara saat Bunkering harus selalu di jaga sesuai dengan informasi awal.
  7. Sampling Bahan bakar harus secara kontinyu di lakukan selama proses Bunkring dengan menggunakan Sampling Cock yang terletak di samping manifold.

Setelah Bunkering selesai:

  1. Mencatat kembali Draught dan Trim Kapal.
  2. Lakukan sounding akhir pada semua tangki yang di isi bahan bakar.
  3. Temperatur di sesuaikan kembali.
  4. Sample dari bahan bakar di simpan, 1 untuk kapal kita sendiri, 1 untuk Barge Tanker, 1 untuk analisa dan 1 lagi untuk pengecekan di pelabukan atau pendataan IMO bila di perlukan (menyangkut regulasi polusi).
  5. Chief Engineer bertanggung jawab atas serah terima laporan dan tanda terima proses Bunkering.
  6. Bila terjadi pengurangan dalam jumlah bungkering, Chief Engineer berhak mengeluarkan peringatan pada Barge Tanker atau supplier.
  7. Setelah semua proses di selesaikan baru pipa minyak bisa di lepaskan

Semoga bermanfaat.

Copywriter: Lina
https://asianacrewing.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: