Lady Seafarer – Right

 

Saat ini hanya ada sekitar 2% saja wanita yang mengabdikan dirinya sebagai penjelajah Samudra. Karena itulah, bila ada permintaan crew wanita, agak sulit untuk mendapatkannya.
Namun beberapa tahun terakhir ini, di beberapa sekolah pendidikan pelayaran sudah mulai banyak di minati oleh kaum hawa.
Karena masih minimnya wanita di dunia kelautan, terkadang hak-hak mereka sebagai seafarer wanita terabaikan.

Kali ini kami ingin sedikit memberikan informasi sesuai dengan keputusan International Labor Organization (ILO) apa saja hal-hal penting terutama hak-hak yang sering kali tidak diberlakukan pada mereka sebagai “Lady Seafarer” dan terlebih lagi hal ini penting juga bagi para Shipowner:

  • Berhak mendapatkan pekerjaan dan pendidikan yang sama.
  • Jam kerja sama dengan man seafarer, dengan maximum 14jam kerja dalam periode 24jam.
  • Berhak mendapatkan upah overtime, bila melaksanakan tugas melebihi dari jam kerja yang seharusnya.
  • Sesuai dengan keputusan IMO, seorang Lady Seafarer tidak diperkenankan untuk menolak tugas yang di berikan bila itu sesuai dengan rank yang di pegangnya.
  • Tidak ada diskriminasi dalam tugas, penanganan peralatan kerja, kondisi pekerjaan dan juga fasilitas kerja.
  • Hal yang berkaitan dengan ”Maternity”, Lady Seafarer berhak mendapatkan hak yang sama dengan para wanita yang bekerja di bidang yang lain, yang di sesuaikan dengan bendera kapal yang di ikutinya, bukan berdasarkan dari negara asalnya.
  • Berhak untuk ikut menjadi anggota serikat kerja manapun.
  • Berkaitan dengan kehamilan, Lady Seafarer tetap berhak untuk mendapatkan salary, tanpa potongan apapun, sesuai dengan peraturan dari negara bendera kapal.
  • Bila seorang Lady Seafarer dalam keadaan hamil on board, crew yang lain tidak di perkenankan menyebabkan hal yang dapat membahayakan kondisi kehamilannya.
  • Setelah masa cuti hamil selesai, Lady Seafarer berhak untuk mendapatkan pekerjaannya kembali.
  • Lady Seafarer berhak mendapatkan kompensasi 2 kali salary sebagai Maternity Payment.
  • Lady Seafarer di lindungi secara hukum bila mendapatkan kekerasan atau pelecehan “onboard” dalam hal apapun.

Di Indonesia sendiri memiliki banyak Lady Seafarer, yang pada umumnya sebagai Deck Officer, bahkan ada pula yang menjabat sebagai Vessel Captain.

Dalam hal ini bila terjadi hal-hal atau tindakan yang merugikan Lady Seafarer, maka dapat di laporkan pada ITF (International Transport Workers Federation)

Written by: Lina
http://asianatravel.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: